20 Jan 2013

Tawuran
Pengertian Tawuran
     Dalam kamus bahasa Indonesia “tawuran” dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Sedangkan “pelajar” adalah seorang manusia yang belajar. Sehingga pengertian tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mana perkelahian tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajar.
Penyebab Tawuran
     Iftitah (2011) menyatakan bahwa masalah sepele atau biasa saja disebabkan oleh hal-hal serius yang menjurus pada tindakan bentrok dan ada juga faktor-faktornya yang terdiri dari faktor internal dan eksternal.
     Faktor internal. Faktor internal ini terjadi di dalam diri individu itu sendiri yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru dalam menyelesaikan permasalahan di sekitarnya dan semua pengaruh yang datang dari luar. Remaja yang melakukan perkelahian biasanya tidak mampu melakukan adaptasi dengan lingkungan yang kompleks. Para remaja yang mengalami hal ini akan lebih tergesa-gesa dalam memecahkan segala masalahnya tanpa berpikir terlebih dahulu apakah akibat yang akan ditimbulkan. Selain itu, ketidakstabilan emosi para remaja juga memiliki andil dalam terjadinya perkelahian. Mereka biasanya mudah frustasi, tidak mudah mengendalikan diri, tidak peka terhadap orang-orang disekitarnya. Seorang remaja biasanya membutuhkan pengakuan kehadiran dirinya ditengah-tengah orang-orang sekelilingnya.
     Faktor eksternal. Faktor eksternal yaitu faktor keluarga, jika seorang anak sering melihat kekerasan di antara orang tuanya,hubungan yang kurang harmonis menyebabkan seorang anak dapat terganggu psikologisnya. Faktor sekolah, sekolah juga dapat menjadi wadah yang kurang baik bagi siswanya karena hilangnya kualitas pengajaran seperti seorang guru yang melakukan kekerasan terhadap muridnya. Dan faktor lingkungan yang bisa juga memberikan dampak buruk bagi seorang anak.
Dampak tawuran
     Dampak-dampak tawuran: pelajar kemungkinan akan menjadi korban, rumah warga mengalami kerusakan karena pelajar saling melempar batu dan mengenai rumah warga, terganggunya proses belajar mengajar, menurunnya moralitas pelajar, hilangnya perasaan peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai (Iftitah, 2011).  
Cara pencegahan tawuran
      Tingkatkan ibadah pada Tuhan Yang Maha Esa, tingkatkan pendidikan moral dan perhatian dari orang tua dan jangan mudah tergoda dengan ajakan teman yang mengajak tawuran (Oktora, 2012).
Cara menanggulangi tawuran
     Cara menanggulanginya dengan mencari sumber masalah dan selesaikan sebaik-baiknya agar tidak menjadi permasalahan lagi ke depannya, pemerintah harus lebih perhatian terhadap pelajar agar tawuran tidak terjadi lagi, berikan hukuman dan sanksi kepada siapa saja yang melakukan tawuran (Oktora, 2012).

Pelajar SMK Tawuran Siswa Baik-baik Ini Tewas

Pelajar SMK Tawuran Siswa Baik-baik Ini Tewas 
Untuk keenam kalinya setelah Lebaran, kekerasan terjadi antara siswa Sekolah Menengah Kejuruan Baskara dan SMK Pancoran Mas, Kota Depok. Kedua siswa sekolah ini dikenal bermusuhan. Saat bertemu di mana pun dan kapan pun, kedua pihak saling menyerang dan melukai sehingga meresahkan warga setempat.
Rabu (12/9/2012) pukul 14.30, permusuhan kedua sekolah ini memakan korban. Abu alias Dedi Triyuda (17), yang dikenal sebagai siswa baik-baik, tewas ketika puluhan siswa SMK Pancoran Mas menyerang di Jalan Raya Sawangan. Ketika itu Abu bersama 11 rekannya dari SMK Baskara naik truk pengangkut semen.
Penyerangan terhadap siswa SMK Baskara melukai beberapa siswa hingga kemudian menewaskan Abu. Dia menderita luka karena lemparan batu di kepala dan luka tusuk di selangkangan. Seorang rekannya berusaha menyelamatkan Abu dengan mencegat pengendara sepeda motor, lalu meminta membawa ke dokter atau rumah sakit terdekat. Pukul 15.00, warga menemukan Abu tewas di Apotek Depok Dua, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kota Depok.
”Kedua sekolah memang sering tawuran. Kami sudah sering mendamaikan, menggelar mediasi, dan penyuluhan. Namun, tetap saja mereka terus tawuran. Peristiwa ini terjadi setelah dua hari sebelumnya mereka tawuran di Jalan Merpati, Depok,” kata Wakil Kepala Polsek Pancoran Mas Ajun Komisaris Ibnu Salim, Rabu (12/9/2012) malam.
Setelah tawuran, polisi mencari saksi dan meminta keterangan mereka. Di lokasi tawuran di Persimpangan Kodim, Jalan Raya Sawangan, polisi menemukan besi lengkung seperti celurit sepanjang 50 sentimeter, semprotan sejenis piloks, dan batu-batu yang diduga dilemparkan saat tawuran.
”Sampai malam ini ada 25 saksi yang kami periksa, mereka adalah 13 siswa SMK Baskara, 6 siswa SMK Pancoran Mas, sisanya dari warga dan petugas keamanan yang melihat peristiwa itu. Kami masih mencari barang bukti yang belum kami dapatkan,” kata Ibnu.
Siswa baik
Abu, siswa kelas II SMK Baskara, dikenal tetangganya sebagai remaja baik. Suparno, Ketua RW 10 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, sangat kehilangan Abu. Dia mengenal Abu sebagai siswa baik karena bertetangga dekat dengannya. Dia mengecam sekolah yang tidak serius membina siswanya agar tidak terlibat tawuran.
”Peristiwa ini sudah sering terjadi. Kami bosan mendengarnya. Seharusnya sekolah dapat membina siswanya agar tidak tawuran,” kata Suparno.
Rabu petang, polisi membawa jenazah Abu ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Abu tewas dengan seragam sekolah melekat di tubuhnya. Tidak jelas siapa yang membawa Abu ke Apotek Depok Dua di Jalan Keadilan Nomor 41, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok.
”Mayat sampai klinik pukul 15.00. Seseorang turun dari angkot, membawanya dalam kondisi sudah tidak sadar. Lalu dia bilang ke saya, ’Tolong dibersihin’,” tutur Pandu (23), penjaga Apotek Depok Dua.
Beberapa tahun terakhir, meski siswa dua sekolah sering terlibat tawuran, tidak pernah ada korban tewas. Penyidik sementara menggunakan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Wakil Kepala Polsek Pancoran Mas Ajun Komisaris Ibnu menilai peristiwa itu adalah penyerangan, bukan tawuran. Mereka yang terlibat diancam hukuman 12 tahun penjara.
”Korban memang masih anak-anak. Kami akan mempertimbangkan penggunaan pasal Undang-Undang Perlindungan Anak,” tutur Ibnu.

Daftar Pustaka
Iftitah. (25 Juni, 2011). Makalah tawuran pelajar [Web log post]. Diunduh dari
Oktora, N. (11 Oktober, 2012). Cara mencegah dan menanggulangi tawuran [Web log post]. Diunduh dari http://nandagokilz1.wordpress.com/2012/10/11/cara-mencegah-dan-menanggulangi-tawuran/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar